Pengertian Manajemen Keuangan
Pengertian Manajemen
Keuangan
Biaya Modal
0,10
08.38
Akuntansi, Ekonomi, Manajemen, Pemasaran, Penelitian, pengertian
Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk
memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif,
se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi
:
1. AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk
mencari sumber modal ( sumber eksternal dan internal ) untuk membiayai kegiatan
bisnis.
A.Sumber eksternal
1.
Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau
Owner Equity). Atau modal saham (Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham
Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa (Common Stock).
2.
Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan
Utang Jangka Panjang (Long-term Debt).
3.
Lain-lain, misalnya hibah.
B. Sumber Internal :
1.
Laba Ditahan (Retained Earning)
2.
Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation,
Amortization, dan Deplention)
3. Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap
yang tidak produktif.
2. Aktiva Investasi (Investment activity)
aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran
hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu
meliputi :
1.
Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar
(Current Assets)
2.
Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri :
investasi pada saham (stock) dan Obligasi (Bond)
3.
Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari :
Tanah,gedung, Peralatan.
4.
Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari :
Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.
3.
Aktivitas
Bisnis (Business Activity)
Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui
efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan
laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang terdiri dari
unsur :
1.
Pendapatan (sales atau Revenue)
2.
Beban ( Expenses)
3.
Laba-Rugi ( Profit-Loss)
4. Tanggung Jawab Manager Keuangan
Aktivitas
perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer
keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
1. Perolehan dana dengan biaya murah.
2.
Penggunaan dana efektif dan efisien
3.
analisis laporan keuangan
4. analisis lingkungan Internal dan eksternal
yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
Berdasarkan tugas
tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;
1.
Memaksimalkan nilai perusahaan
2.
Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang.
5.
Sifat Dasar Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah
mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya
mencari laba,pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya.
Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku:
1. Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen
harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
2.
Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen
tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
3.
Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk
pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu
masyarakat konsumen.
6.
Memaksimumkan Nilai
Perusahaan
Nilai
ialah sesuatu yang dijunjung tinggi dan dihormati. Dalam perusahaan hal itu diwujudkan dalam perhitungan laba
oprasional bersih atau net operating
profit after tax yang lazim disebut NOPAT. Perusahaan dapat dikatakan
memiliki nilai maksimum jika NOPAT lebih besar dari pada biaya modal yang
digunakan untuk memperoleh laba tersebut. Misalnya perusahaan memiliki modal Rp
1000, biaya modal yang diperhitungkan 10% per tahun, Laba oprasi Rp150. pajak
20%. Nilai
Perusahaan sebesar :
[Laba Operasi (1 – Pajak ) – ( Biaya Modal X Modal)]
[Rp 150 ( 1 – 0,20) – (0,10 X Rp 1000)]
= Rp 1200
Berdasarakan perlindungan diatas, perusahaan memiliki tambahan nilai
modalnya ( atau nilai invetasinya) Rp 1000, sedangkan nilai perusahaan
berdasarkan kapitalisasi laba oprasi bersih Rp 1200. Manajemen harus berusaha
agar nilai perusahaan semaksimum mungkin, artinya ia harus mampu memperoleh
laba operasi sebesar-besarnya dengan modal yang digunakan sekecil mungkin.
7. Perkembangan Peranan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan
oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai
system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba.
Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
1.
Tahun 1900 awal : Penerbit surat berharga
2.
Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
3.
Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
4.
Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
5.
Tahun 1970 – 1980 : inflasi
6.
Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
7.
Tahun 1990 – sekarang : globalisasi
Perkembangan manajemen keuangan
sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter,
kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik.
Kebijakan moneter berhubungan dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Khususnya
inflasi mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain
masalah :
1.
Masalah akuntasi
2.
Kesulitan perencanan
3.
Permintaan terhadap modal
4.
Suku bunga
5.
Harga obligasi menurun
Kondisi ekonomi juga mempunyai dampak lansung terhadap manajemen keuangan
antar alin masalah :
1.
Persaingan internasional
2.
Keuangan internasional
3.
Kurs pertukaran yang berfluktuasi
4.
Marger, pengambilalihan, dan restrukturisasi
5.
Inovasi keuangan dan rekayasa keuangan
8. Pihak-Pihak yang
Memerlukan Laporan Keuangan
Dalam dunia bisnis, ada beberapa
pihak yag memerlukan laporan keuangan, yaitu pihak internal perusahaan dan
pihak eksternal perusahaan. Pihak
internal perusahaan adalah para manajer pada semua tingkat. Lapotran keuangan
itu dijadikan alat untuk mengambil keputusan rutin dan keputusan khusus.
Keputusan rutin meliputin keputusan0keputusan yang berhubungan dengan kegiatan
oprasi dan keputusan kusus meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan
investasi jangka panjang, misalnya mendirikan pabrik baru, memproduksi produk
baru, mendirikan anak perusahaan, riset pemsaran, dan sebagainya.
Pihak eksternal yang membutuhkan laporan keuangan antara lain adalah
pemegang saham, kantor pajak, pasar modal, lembaga keuangan, serikat buruh, dan
sebagainya. Mereka mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam menggunakan
informasi laporan keuangan. Pemegang
saham untuk menilai investasi; kantor pajak untuk menentukan besarnya pajak
penghasilan; pasar modal untuk memperkirakan harga saham; serikat buruh untuk
memperkirakan bonus yang akan diterimanya.
Pihak yang Memerlukan
Laporan Keuangan
Daftar Pustaka


Artikel nya menambah ilmu,,,thanks
BalasHapusartikelnya bagus
BalasHapussiiipp
bagus (y)
BalasHapusbagus artikenya
BalasHapussemoga bermanfaat
BalasHapusmantep (y) (y)
BalasHapusmntep sngt brmanfaat..,
BalasHapusbaguuusss :)
BalasHapus